03
Nov

Cara Pasang wallpaper dinding

Wallpaper dinding sejatinya memiliki keunggulan pada sisi kecantikan dan keindahan dibanding sekedar tampilan dinding yang polos, tanpa nuansa apa pun sebagaimana disajikan oleh cat tembok. ” pada saat ini motif wallpeper semakin banyak coraknya, Tips sederhana untuk pemilihan wallpeper adalah : untuk wallpeper dengan corak yang sangat rame atau motif besar2 berkarakter gunakan pada satu bindang dinding saja sedang kan bidang lainya menggunakan wallpeper yang polos. Teknik ini berlaku untuk tiap satu ruang. untuk wallpeper motif besar tersebut dapat diperkuat karakternya dengan kombinasi design backdrop HPL atau frame HPL dengan berbagai macam design minimalis.

Wallpaper juga mencegah dinding cepat kotor karena noda. Saat ini di pasaran terdapat banyak model dan corak wallpaper yang bisa disesuaikan dengan perangkat kursi dan perabotan lainnya. Selain itu, pemasangannya pun tak serumit yang dikira.

Keunggulan teknis lain dari wallpaper adalah, menghindari dinding lekas kotor atau terkena noda. Dari sisi perpaduan dengan isi ruangan, wallpaper bisa diserasikan dengan perabot dalam ruangan tersebut seperti, kursi, sofa, meja, dan sebagianya. Sehingga, kesan keserasian warna dinding dan tampilan ruangan secara utuh akan terlihat.

Wallpaper dinding yang banya beredar di pasaran kebanyakan terbuat dari vinyl yang mudah dari segi pemasangannya. Corak dan motif wallpaper pun sangat banyak, dan Anda bebas memilih sesuai keinginan.

1.     sediakan  Peralatan . Anda perlu menyiapkan peralatan yang diperlukan, seperti alas plastik, tangga, cutter,pensil, penggaris dan meteran, benang dengan pemberat, lem wallpaper, bak untuk adukan lem (2 buah),spons, kuas lem, roller, amplas, dan kape untuk meratakan dinding.

2.      PerekatLakukan pembersihan bidang dinding dari perabotan atau permukaan yang kotor dan tidak rata. Setelah bidang dinding beres dan siap dipasang wallpaper, campurkan lem dengan air. Kemudian, jadikan dalam dua bak terpisah. yaitu lem untuk  sambungan dan lem untuk keseluruhan. Lem bagian sambungan lebih kental, sehingga daya rekatnya lebih tinggi.

3.      Pengukuran. Ukur terlebih dahulu kebutuhan wallpaper untuk satu bidang dinding.Sesuaikan lebar bidang dengan lebar wallpaper. Sebagai antisipasi , lebihkan kira-kira 1 sampai 1,5 sentimeter untuk bagian sambungan.

4.      POtong. Ikuti petunjuk pemotongan yang tertera pada gulungan wallpaper, agar motif yang dihasilkan terlihat serasi.  Potong wallpaper dalam bentuk pola potongan mengikuti bidang dinding, perhatikan sambungan antar wallpaper.

5.      Posisi. Berikan penandaan posisi wallpaper dengan pensil. Gunakan alat bantu berupa benang dengan alat pemberat agar lurus dan rapi.

6.      Melapisi. Selanjutnya, gunakan kuas atau roler untuk menyapukan lempada permukaan bidang yang akan dilapisi wallpaper. Lakukan tahap ini dengan hati-hati dan jangan terburu-buru.

7.      Menempel. Tahap yang juga perlu kecermatan adalah menempelkan wallpaper pada dinding. Perhatikan penandaan yang telah Anda buat sebelumnya memakai pensil, agar penempelan akurat dan motif tersusun serasi.

8.      Sambungan. Perhatikan di bagian sambungan, usahakan pakai lem yang lebih rekat, agar sambungan terlihat rapi dan tahan lama.

9.      Perataan. Setelah penempelan selesai lakukan perataan pada bidang wallpaper yang telah terpasang dengan menggunakan kape atau boleh juga penggaris akrilik. Sisa wallpaper bisa dipotongdengan cutter. Lem yang terlihat mbleber bisa dibersihkan dengan spons.

10.  Cek and Recek. Setelah semua bagian wallpaper terpasang, ada baiknya cek berulang kali  untuk memastikan kerapian dan keserasianmotif. Biasanya, bagian sambungan, sudut, dan tepi wallpaper perlu mendapat perhatian khusus.